Apakah penonton sedang going gaga atau mereka mengundang Lady Gaga? Di awal tahun 2000-an, salah satu kata yang paling sering dipakai anak gaul Jakarta untuk mendefinisikan diri sendiri adalah “eklektik”. Segalanya serba eklektik: set DJ, gaya bermusik, gaya berpakaian, ideologi. “Politik identitas” belum masuk kamus, jadi kalau bingung mau present as what, bilang aja, “eklektik.” Continue reading “A Copy of His Mind: Realisme Komersil Joko Anwar”