love*

for violeteye   reeling from 3-in-1 hours, we breezed through lunch, le thé everywhere we felt du jour, curing seeds of love in-between jugs of pilsener, resizing the deconstruction of this city’s dog-shit-dog zeitgeist, kitting ourselves in polyester knits, slightly ripped here and there. we devoured quiches out of boredom, veering close to vexed, droningContinue reading “love*”

AWAY WITH WIJI THUKUL*

AWAY WITH WIJI THUKUL I The sun was orange in the summer. The grass smelt like fresh bread. Wiji Thukul didn’t like bread; he spent every morning boiling rice in a dented saucepan. The water always spilt over the edge of the single-serve pan, bubbling like soap. Wiji would lean over his rice like aContinue reading “AWAY WITH WIJI THUKUL*”

aku auto complete*

kalau sudah tiada baru terasa kumau cinta yesus selamanya mp3 tidak bisa ganti dp bbm android tak lagi sama aku (poem) dari pulau dan benua biar semua hilang aku (poem) luka di sini ungu berlari padamu vania larissa mp3 hingga akhir waktu chord bahasa indonesia yang munir dan rendra aku (poem) *gara-gara reblog dari lolipopsuper,Continue reading “aku auto complete*”

Kebun Binatang (Postcards From The Zoo)

oleh Edwin Kebun Binatang adalah kombo/portmanteau menakjubkan dari berbagai macam fairy tales, fabel Alkitab, cerita legenda, realisme magis Apichatpongian, dan entah apa lagi. Itu baru plotnya. Film dimulai dengan seorang anak perempuan balita mencari-cari bapaknya di sebuah hutan yang kita tahu dari berbagai blurbs tentang film ini, adalah Kebun Binatang Ragunan. Apakah anak perempuan ini seorang Jane masa depan/Mowgliwati/Georgina ofContinue reading “Kebun Binatang (Postcards From The Zoo)”

Contre Tarkovsky

buat Saut Situmorang   aku duduk duduk di bar murahan di Kuta sore sore circa 2ribuberapa2? ketika Mlle Seconde Chance menyenggol bahuku waktu ia buru buru ke toilet setelah menyeruput lima porsi cairan biru bercahaya dan memamah tiap manisan ceri hijau yang bertengger di bibir gelasnya yang berbentuk seperti gitar Picabia aku jadi ingat sebarisContinue reading “Contre Tarkovsky”

Buta Kala

Siapkan telingamu, untuk tangis iriku usai film ini, bisikku padamu. Dan layarpun sudah lama dibuka, dan kotak putih di dinding berubah berwarna. Bising yang mendengung di telinga, seorang polisi berparas Sparta. Jika semua orang bersalah, untuk apa jijik pada darah? Dia Eros, semua orang adalah Erastes, apakah kau sepakat tentang itu? Dia Janus, dewa bermukaContinue reading “Buta Kala”