villainelle deux

villainelle, deux* i’ve been trying to write poetry and failing no-mind in hyper-intellectual tzu-jan semacam keheningan yang dipaksakan life should be like that the empathy of burning windows i’ve been trying to write poetry and failing make compost out of burning leaves an addiction to delayed pleasures? semacam keheningan yang dipaksakan places get displaced inContinue reading “villainelle deux”

villainelle un

villanelle: – sembilan belas baris – 5 stanza tiap stanza 3 baris, kemudian 1 stanza akhir 4 baris – baris pertama di stanza pertama diulang jadi baris terakhir di stanza kedua dan keempat – baris terakhir di stanza pertama diulang jadi baris terakhir di stanza ketiga dan kelima – dua baris “chorus” ini jadi barisContinue reading “villainelle un”

jurnal perempuan

Bangkit dari tidur sejaman di bawah meja kantor, aku keluar ke Tebet yang cerah, langit tanpa awan, warna-warna yang rupawan. Hijau (kau tentu tahu apa yang), coklat, merah, biru, kuning bakwan. Bola oranye sempurna di kejauhan. Beberapa bulan yang lalu di sebuah siaran radio, pada sore yang mirip, seseorang dari Badan Metereologi dan Geofisika menjelaskan,Continue reading “jurnal perempuan”

mengambang

after afrizal malna dong   Kita akhiri hari di kamar mandi umum dong. Lihat deh lantainya yang kesat. Kamu suka dong debu dan daun pohon gum? Pegangin sabun untukku dong. Biarin plis ujung telunjukku menyapu bulu-bulu halus di atas bibirmu. Aku ingin melakukan semuanya dalam diam dong. Aku tidak suka suara pintu lepas dari engsel plis. Aku tidak suka kucuran airContinue reading “mengambang”

godila

Kau buka pintu dengan bahu dan setumpuk map di pelukan «Hai, tempat ini lucu» «Ya, sayang sekarang kau baru datang.» Aku memesan cappuccino sepuluh ribu dan kau teh mint, empat tumpuk sandwich dengan keju, kemudian «Bagaimana, how are you?» «Mereka masih mengupdate berita tentang dia, terakhir, she’s pregnant, dan benua itu masih developing saja. Kamu?»Continue reading “godila”

SINIF

hidup akhirnya membawaku bertemu dengan seorang penyair dari cape town di pekalongan hi your name is rustum kozain if you were born here i would’ve called you rustam and i sneaked away from the crowd to take a photo of afrizal malna’s back as he was about to cross the pantura road inikah yang merekaContinue reading “SINIF”