Tegunk

Kerja intelektual menggoreng pisang: seperti memesan iced chocolate dalam tetekmu. Aku tidak pernah bisa merasakan, sendal menggantung dari tali rafia di pohon jati tempat ojex mangkal. Tidak bisa teler kemudian menulis puisi. Maupun bertemu brondong kemudian coli. Begitu banyak sop aneka juice campur. Menenun benang wol di boncengan paman. Bagaimana mentransfer tubuh ke dalam tulisan?Continue reading “Tegunk”