boneka kaca*

oleh Gratiagusti Chananya Rompas   boneka kacaku kemarin pecah aku terjatuh dan ia pun terjatuh berkeping-keping di atas lantai kamar tidurku lalu kubeli sekaleng lem buatan jepang yang kutukar dengan begitu banyak lembar ribuan (ah, uang jajanku habis sudah!) di sebuah toko buku elit tempat bule-bule kaya datang dan habiskan rupiah mereka kupikir lem mahalContinue reading “boneka kaca*”

Mala…*

oleh Danar Pramesti    Adakah ucap tersisa? Bisakah waktu bercerita? Kirimlah semua yang kurasa Lewat malam di antara rel kereta Atau mungkinkah bajaj berkata? Benarkah sepeda berdansa? Sambungkanlah semua yang kurasa Lewat telinga dalam belanga Aspal jalanan berubah warna hitam… kehitaman… abu-abu… lalu hilang rata… agak rata… lubang-lubang Sampaikanlah pada PEMDA ia butuh dana Aku butuh cinta celana bunga-bunga dalam sarung akuContinue reading “Mala…*”

RT please (sebuah refleksi tentang @kopdarbudaya 3 yang membahas hegemoni social media)

@kopdarbudaya 3 malam ini (15 april) sangat menarik, walaupun saya tidak setuju dengan banyak poin pembicaranya, @okkymadasari. tentang pembicara yang satu lagi @kramput saya tidak punya banyak komentar, karena sepertinya dia tidak ngomong apa-apa sebenarnya, walaupun nada bicaranya seperti dia sedang ngomong sesuatu yang penting. @okkymadasari berbicara tentang hegemoni di twitterverse. siapa-siapa yang menjadi anggotaContinue reading “RT please (sebuah refleksi tentang @kopdarbudaya 3 yang membahas hegemoni social media)”