ditilik dunia sastra nyata

Start:      Mar 12, ’08 7:00p
End:      Mar 12, ’08 9:00p
Location:      Teater Utan Kayu, somewhere off pramuka

MGR (mohamad guntur romli) posting ini di apsas (Apresiasi-Sastra@yahoogroups.com):

Undangan Diskusi TUK: Menilik Sastra Dunia Maya
Rabu, 12 Maret 2008, 19:00 WIB
Diskusi MENILIK SASRA DUNIA MAYA
Narasumber: Akmal Nasery Basral & Hasan Aspahani.

Dunia maya (cyberspace) adalah dunia tanpa batas dan bisa memberi peluang kepada siapa pun untuk berkaya. Sastra di dunia cetak sangat relatif dan terbatas hadirnya: seminggu sekali di koran, sementara industri buku tak jarang mesti berpikir seribu kali untuk menerbitkan karya sastra. Berbeda dengan di dunia maya: ruang mahaluas yang disediakan cuma-cuma. Meski ada yang menganggap dunia maya semacam “pelarian” bagi mereka yang sering dikecewakan oleh dunia cetak, komunitas sastra dunia maya terus tumbuh subur, blog dan website pribadi tak henti bermunculan dan secara rutin menampilkan karya-karya sastra si empunya. Lantas, bagaimana menilai karya-karya sastra yang tumbuh di sana? Apa sumbangannya terhadap khazanah sastra kita? Benarkah fenomena ini bisa dianggap sebagai “pelarian”, atau pencarian ruang yang lebih luas? Adakah corak dan karakter karya sastra yang khas di ruang maya bila dibandingkan dengan media cetak? Ikuti dan ramaikan diskusi yang menghadirkan Akmal Nasery Basral (wartawan, novelis, pengelola milis Apresiasi Sastra) dan Hasan Aspahani, penyair, wartawan, pengisi blog “sejuta puisi”).

wawan eko yulianto (berbagi-mimpi.blogspot.com) posting ini:

Re: Undangan Diskusi TUK: Menilik Sastra Dunia Maya

wow, TUK merangkul sastra cyber :D. btw, kenapa nggak sekalian juga mengajak saut situmorang yang termasuk orang lama di sastra cyber, mas guntur? kayaknya, asyik2 saja mengajaknya. lagipula, ini kan tidak kontraproduktif terhadap saut situmorang atau TUK :D.

btw, saya kepikiran begini: kalau kita membicarakan sastra dunia maya tapi masih memikirkan “bagaimana menilainya”, sepertinya ini akan menjadi diskusi orang sastra daratan memandang sastra cyber. kalau memang sudah diresap-hayat-nikmati, sepertinya sastra cyber itu menerapkan benchmark yang berbeda dan penikmatannya juga … yah … harus berbeda. ya, kita sendiri yang mengandalkan pada google.com atau blogsearch.google.com untuk menghantarkan kita pada karya tertentu (atau langganan milis agar ada karya2 yang diantarkan kepada kita), dan setelah itu, tinggal kita saja menikmatinya atau tidak. kalau menikmatinya ya… sebagai apresiasi mungkin bisa kita masukkan comment, tapi kalau tidak ya langsung saja cari karya yang lebih asyik.

itu sih menurut hamba. nggak tahu lagi ya yang lain … benua ketujuh ini sangat luas, seperti buku yang halamannya sejumlah butir pasir di pantai (dikutip dari siapa hayo? :D), seorang redaktur adalah kemusykilan yang memiliki wujud (halah!). ya… kalaupun untuk mengatur lalu lintas di satu “negara” tertentu di benua tersebut, paling-paling hanya bisa dilakukan oleh moderator … tapi ya… itu cuman untuk satu “negara” saja. kalau untuk keseluruhan benua ketujuh … yah … semuanya kembali kepada diri kita masing-masing. 😀

from malang with salam hormat,

wawan eko yulianto

saya posting ini:

Re: Undangan Diskusi TUK: Menilik Sastra Dunia Maya

god youre such a liar mgr. saut (cant u even say his name?) tidak ‘benar-benar mengerti, mengamati, terlibat langsung … di dunia maya?’ who do you think youre talking to? idiots? ah ya, youre the idiot. kalau anda bisa berpendapat begitu, andalah yg sama sekali tidak mengerti tentang dunia maya indonesia. saut sudah jd redaktur cybersastra saat enda nasution jg belum mulai ngeblog, puisi2nya sdh dipajang di authorsden sejak 2002 dan tentunya esei2nya sudah lama memenuhi inbox penikmat milis sastra indonesia.

gue tahu kalian di tuk punya kebiasaan—meminjam kata yg sering dipakai saut—asersif, tuan mgr. mungkin lu bahkan udah gak sadar lagi lu lagi melakukan ini. coba lu baca lagi surat lu di bawah, sudahkan anda memberikan satu pun bukti untuk semua pernyataan anda (terlepas dari benar tidaknya sebenarnya pernyataan anda itu. hahaha im being generous here.)? let me answer that for you, just in case youre too much of a nob, NO.

mikael.

sekarang saya jadi pembicara menggantikan HAH (sejuta-puisi.blogspot.com) yang tak bisa datang. HAHAHAHAH.

dan teaternya tidak ada wi-fi, bgmn sy bisa memamerkan add-ons terbaru browser flock sy!?

datang yah, cd be a potential bitchfest. or it cd be totally lame. im all bitched out.

Advertisements

5 thoughts on “ditilik dunia sastra nyata

  1. if violet misses it the world, cyber or real, will crumble, since shes now the moderator heheheh. btw, ive managed to move the thing to the cafe instead of the theatre (according to the latest news from mgr, but shd we trust what/anythin he says?) so there will/might be wifi. and that wd mean only one thing: flock away!

    Like

  2. that's a great move bro, to move the discussion to a wi-fied zone, the gate to our world, let Them (shd i give capital T?) come and visit us, let them be charmed … it's no way letting them menilik us, they should visit us. 😀 anyway, if you're successful with the presentation :D, chances are they'll start blogging in a month or two

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s