playin detective

“… the queer light on his hands, neither warm nor cold,of a temperature impossible to record in thermometers.” Elizabeth Bishop, ‘The Man-Moth’, from North & South (1946), in Elizabeth Bishop: The Complete Poems 1927-1979, p. 14. “Dingin tak tercatatpada termometer” Goenawan Mohamad, ‘Dingin Tak Tercatat’ (1971), in Goenawan Mohamad: Selected Poems/Puisi Pilihan, p. 32.

SLOW NEWS DAY AT THE TRUTH

Shuffle Songs and Put Your Head Down 1. Old Battery – Guided By Voices From the Devil Between My Toes album from the Box boxset. I bought it second-hand from this Hispanic looking guy at the Glebe Market sometime around two thousand something and two. It was still expensive. I think I might’ve waited threeContinue reading “SLOW NEWS DAY AT THE TRUTH”

IDIOTIC THINGS PEOPLE SAY #1

“Kami merasa sulit menulis dalam bahasa Indonesia. Bukannya mau gaya, tapi hanya orang-orang cerdas yang bisa menghasilkan lirik dalam bahasa Indonesia dan jadinya bagus, tidak norak, atau klise.” (Goodbye Electric, area, Juli 2007, p. 12.) what a bunch of cunts. so it assumes two things: one, that one doesn’t have to be “orang cerdas” supayaContinue reading “IDIOTIC THINGS PEOPLE SAY #1”

memulung

Last updated less than one minute ago —>learnedly and single-handedly transforming the map of Anglo-American poetry Make me popular! is a leitmotif “Till death do us part.” Total bullshit. “We’ll be together forever.” Fuck you! Bungaaaa is in your overextended network ’nuair dh’ēireas mi’s tu gheobh a chiad sgailc* Write when you feel moved to,Continue reading “memulung”

Akhirnya (1966)

Di ranjang kematiannya, Akhmatova berbaring dikelilingi perempuan-perempuan yang saling bersiasat menguasai warisan arsipnya.Akuma dulu selalu makan roti buatan kami, kata mereka galak.Kau dilarang masuk Lev, tampangmu akan membunuhnya.Akhirnya, ajal juga yang membunuh Akhmatovasuatu pagi di bulan Maret, waktu angin sibuk menggeret daun jendelaberisik suaranya seperti bukan suara, tapi persis suara manusia yang terbang pergi, keContinue reading “Akhirnya (1966)”

keangkuhan dan prasangka

tiga tahun yang lalu saya mencoba untuk lebih banyak membaca sastra indonesia. saya kira, kalau memang saya akan tinggal di negara ini selama hidup saya, mungkin sudah waktunya saya pernah membaca ronggeng dukuh paruk, subagio sastrowardoyo, atau apa ya, ya saya juga tidak tahu apa lagi. yang jelas waktu itu saya bahkan memaksakan diri membacaContinue reading “keangkuhan dan prasangka”