(Tak Berjudul)

Setelah turun dari kuda, untuk menjabat tanganmu, Aku bertanya, “Mau ke mana?” Kau menjawab, “Pulang bertapa ke Gunung Selatan.” Aku tak berkata apa-apa, Hanya mendongak, awan putih berarak di kejauhan. Wang Wei, dari versi William Carlos Williams di The New Directions Anthology of Classical Chinese Poetry, New Directions, 2003, hlm. 70. Terjemahan oleh Mikael Johani.

SUNGAI SALJU

Seribu gunung: tanpa burung-burung.Sepuluh ribu jalan setapak: telah hilang semua jejak. Dengan sebuah sampan yang kesepian, mantel hujan dan topi jerami,seorang lelaki tua memancing di dingin sungai salju. Liu Tsung-Yüan, diterjemahkan oleh Is Mujiarso, dari versi David Hinton di The New Directions Anthology of Classical Chinese Poetry, New Directions, 2003, hlm. 139.

Ya Ya Ya

“Kisah ini sudah diceritakan berkali-kali,” katamu sambil mengikis ranting dengan bilah belati. “Mungkin, penderitaan di mana-mana memang sama saja.” (Dan aku berpikir tentang kulit yang matang bukan oleh matahari dan bapak tua di buritan kapal karatan. Kau yang berteduh di bayang jangkar.)

Ya Ya Ya

“Kisah ini sudah diceritakan berkali-kali,” katamu sambil mengikis ranting dengan bilah belati. “Mungkin, penderitaan di mana-mana memang sama saja.” (Dan aku berpikir tentang kulit yang matang bukan oleh matahari dan bapak tua di buritan kapal karatan. Kau yang berteduh di bayang jangkar.)