W.

di pulau itu langit tidak biru dan matahari adalah cahaya lambat di pucuk karang. warna yang tersisa hanya oranye rompi penyelamat dan jambon tripang di pasir pucat. terumbu pun terbelah dua dan dermaga terserak bersama kaleng coca-cola. di sumur hangat kau kail air putih tuak dengan ember hitam dan seutas tambang. angin diam bakau sepertiContinue reading “W.”

at this tower of babel everyone speaks the same language

so he saw the tower in a city i remember as agreen parkbench, exploding white stars of seagulls’s droppings and a big brownriver slugging its way through the green green grass shining from thesun like a lazy, mythically-sized snake. and i saw it in a ruko complex overcrowded with shiatsu massageparlours, korean corner stores andContinue reading “at this tower of babel everyone speaks the same language”

Riri Riza mengembalikan Piala Citranya? About fuckin’ time.

Pagi ini (4 Desember 2007) saya bangun dan keluar kamar, buka pintu rumah mencari koran langganan dan di tumpukan paling atas kali ini koran Seputar Indonesia, tajuk utamanya “27 Piala Citra Dikembalikan.” Saya tidak terkejut, kemarin sore Mumu Aloha, kritikus film yang ulasannya sering dimuat di layarperak.com dan mumualoha.blogspot.com mengundang saya, “Mik, jam tiga nantiContinue reading “Riri Riza mengembalikan Piala Citranya? About fuckin’ time.”