(Untitled – a fragment from Ida Ayu Oka Suwati Sideman’s Durawati)

at dawn single-striped footsoldiers banged drums did the heroes’s chariots in bright-coloured flags it’s near dusk now horses are trotting home, riderless a spear in the back of a chariot the flags down to half-mast From Ida Ayu Oka Suwati Sideman’s Durawati, stored for eternity here.

museum nasional

Kalau bertengkar dengan diri sendiri menghasilkan sajak, bertengkar dengan Canberra menghasilkan apa? — Martin Johnston seekor currawong mematuk bungkus bekas makanan melihatku dengan kepala miring ke kanan kaca mataku menggelincir ke ujung hidungku dari (kata orang) etalase kontroversial rambutku—burung itu jadi curiga di seberang danau sana gedung parlemen memicing mata di balik jernih monokel ibuContinue reading “museum nasional”

(Tak Berjudul)

Diayun deru angin embun putih di pucuk-pucuk rumput musim gugur lepasbagai mutiara dari tali kalungnya. Keterak angin, bun putihing pasuketan mangsa ketigasumyur kadya pedhoting kalung. Bunya No Asayasu, dari versi Inggris Kenneth Rexroth di One Hundred Poems from the Japanese, New Directions, 1955, hal. 13. Terjemahan bahasa Indonesia oleh Mikael Johani, basa Jawa oleh IsContinue reading “(Tak Berjudul)”

Puisi Porno

Tujuh perwiraKuba dalampengasinganmengerubutiku semalaman.Tipe Spanyolan,tinggi,licin,ramping,hitam mengkilatberototbodinyarambutseperti arang basahdi atas kepaladan sela selangkangan.Aku tak bisa menghitunglagi berapa kaliaku disetubuhimerekadan bagaimana sajaposisinya.Sekalimereka berdirimengelilingimelingkarikudan aku harusmerangkakdari satu selangkanganke selangkangan lainmengisapsatu-satu penis merekasampai berdiri.Setelahtujuh-tujuhnyaberdiri semuaaku bergidikmendongakpada penis-penis tegang ituperbedaan panjangnyadiameternyadan aku tahusatu demi satu mereka semua akan masukke lubang pantatku.Merekasemuakeluar paling tidak duabeberapa tiga kali.Sekali mereka mendorongkuberlutut di kasur,satuContinue reading “Puisi Porno”

what people say about me

“kalau kamu cuma mau belajar ___ buat apa jauh-jauh mama kirim ke ____, mama kirim aja kamu ke ___!” “you’re so two-faced.” “he’s good, but he’s a prick.” “males ah kasih tulisan gue ke dia, pasti entar cuman dicela-cela.” “kamu kelihatannya masih suka mengingkari dirimu sendiri, sih.” “dia kan memang sok tahu.” “dari bordieu sampaiContinue reading “what people say about me”